Ariel Tatum Blak-Blakan Soal Sisi Gelap Dunia Hiburan

Ariel Tatum. (Instagram/@arieltatum/Selebgram.net)

Selebgram.net  Ariel Tatum mengungkapkan pengalamannya selama berkarier di dunia hiburan.  Wanita yang kerap membintangi sejumlah film ini blak-blakan dan baru menyadari sisi gelap dunia entertaiment saat remaja.

Hal tersebut diungkapkan pemilik nama Ariel Dewinta Ayu Sekarini melalui YouTube Daniel Mananta.

Ariel Tatum menceritakan pertama kali berkarier di dunia hiburan saat usianya 8 tahun. Lalu saat remaja baru bintang film Selesai itu merasakan sesuatu yang sangat mengganggunya.

“Ketika aku sudah beranjak dewasa, baru sadar ‘kok gini ya’? Kok lingkungannya seperti ini’. Kok ada banyak norma-norma yang entah dibuat sama siapa yang rasanya kok aku dituntut untuk ikutin,” kata Ariel Tatum dilansir Suara.com dari YouTube Daniel Mananta Network.

Baca Juga  Cari Gara-Gara! Denise Chariesta Unggah Foto Ayu Dewi
Ariel Tatum. (Instagram/@arieltatum/Selebgram.net)

Kondisi ini rupanya membuat Ariel merasa tidak suka dan tidak nyaman bekerja di dunia hiburan.

“Di usia aku sudah belasan, baru ada kayak ‘kok aku nggak nyaman dekat sama orang-orang ini, dalam lingkup kerja ini,” kenangnya.

Tak hanya itu, ia juga sempat merasa orang-orang yang ada di lingkungan tempatnya bekerja seperti bermuka dua.

“Aku nggak tahu apa hanya di dunia entertainment, cuma aku rasa ada banyak tuntutan-tuntutan. Dan banyak sekali orang-orang yang aku merasa bermuka dua, bersikap itu tergantung dengan siapa mereka bicara gitu,” jelasnya.

Berada dalam lingkungan tersebut membuat Ariel sempat berpikir untuk bersikap baik terhadap orang yang baik padanya saja.

Baca Juga  Beberkan Rangkuman Perjalanan di 2022, Gaya Ariel Tatum Pegang Rokok Banjir Sorotan

“Saat itu aku punya cara pikir, untuk dapat bertahan di industri ini, jika orang baik kepadaku, aku akan lebih baik lagi, tapi jika kamu jahat, maka kamu berhadapan dengan orang yang salah,” akunya.

Namun akhirnya Ariel menyadari bila hal tersebut salah. Ia kemudian meninggalkan cara berpikirnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *