Bisa Terjadi Saat Olahraga, Ini Tips Mencegah Henti Jantung 

Ilustrasi olahraga lari. (Pixabay/Suara.com/Selebgram.net)

Selebgram.net–  Saat Anda berolahraga, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen dari biasanya. Oleh karena itu, jantung memompa darah lebih cepat dan Anda dapat merasakan detak jantung yang lebih cepat dari normal. Namun sebaiknya Anda waspada. National Heart, Lung, and Blood Institute sebagaimana dilansir Hellosehat.com, menyebut henti jantung bisa terjadi saat olahraga berat pada orang yang memiliki masalah jantung. Jika Anda ingin mendapatkan manfaat olahraga untuk jantung tanpa menimbulkan masalah seperti henti jantung, berikut tipsnya.

Berolahraga dalam kondisi sehat

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang memakan banyak energi. Jika saat ini tubuh Anda sedang sehat, ada baiknya Anda mengutamakan untuk beristirahat. Berolahraga ketika sakit membuat tubuh Anda jadi lebih lelah dan manfaat yang didapatkan jadi tidak optimal. Imbangi olahraga dengan istirahat yang cukup agar tubuh Anda tidak bekerja terlalu keras saat melakukan latihan. Jadi, pastikan Anda cukup tidur setiap hari.

Baca Juga  Tips Fashion Syar'i ala Citra Kirana

Olahraga intensitas rendah

Tergiur dengan manfaat olahraga membuat Anda sangat antusias melakukan aktivitas fisik ini. Meski begitu, Anda tidak boleh berolahraga secara berlebihan. Apalagi jika Anda seorang pemula. American College of Cardiology merekomendasikan untuk melakukan olahraga intensitas sedang, yakni minimal 30 menit setiap hari dalam seminggu.

Lakukan secara rutin dan Anda boleh menambahkan durasi olahraga secara perlahan setelahnya. Selain durasi latihan, Anda bisa juga perlu menentukan denyut jantung yang harus dicapai saat berolahraga. Anda bisa mengeceknya lewat kalkulator detak jantung.

Pilih olahraga sesuai dengan kondisi tubuh

Pada orang yang sehat, pilihan jenis olahraga sangat beragam. Anda bisa memilih lari, berenang, yoga, jalan cepat, bersepeda, atau melakukan olahraga permainan, seperti bola basket atau bulu tangkis.

Baca Juga  Waspada Penyakit! 5 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan  

Namun, ini berbeda pada orang yang memiliki masalah jantung. Pilihan olahraga yang tidak tepat bisa memicu kambuhnya gejala penyakit jantung yang dimiliki, bahkan meningkatkan risiko terjadinya henti jantung saat olahraga.

Jenis olahraga yang aman untuk pasien penyakit jantung adalah jalan santai, bersepeda, berenang, ataub taichi. Akan tetapi, jika Anda masih ragu dengan pilihan jenisnya maupun rencana olahraga yang aman, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter spesialis jantung yang menangani kondisi Anda.

Ikuti panduan olahraga dengan benar

Ikuti aturan olahraga pada umumnya. Anda diharuskan melakukan latihan pemanasan selama 5 hingga 10 menit sebelum melakukan olahraga. Kemudian, setelahnya Anda juga perlu melakukan latihan pendinginan dengan durasi yang sama.

Tujuan dari latihan pemanasan dan pendinginan adalah menghindari cedera otot sekaligus membantu Anda mempersiapkan pernapasan jadi lebih cepat sebelum olahraga dan mengembalikan kecepatannya ke pernapasan normal.

Baca Juga  Tips Mengatasi Patah Hati Menurut Psikolog

Jangan lupa untuk meluangkan waktu istirahat di tengah-tengah latihan. Sekaligus menyiapkan makanan camilan sehat, seperti pisang atau apel dan air putih.

Makanan dan minuman tersebut dapat menggantikan mineral, cairan, dan energi tubuh yang hilang. Dengan begitu, Anda terhindar dari dehidrasi dan tidak lemas setelah berolahraga.

Periksa ke dokter jika mengalami gejala

Henti jantung akan membuat seseorang tiba-tiba terjatuh ambruk, pingsan, dengan napas yang terhenti. Namun pada beberapa kasus, sebelum jatuh ambruk akan muncul tanda peringatan seperti penyakit jantung pada umumnya, yakni rasa tidak nyaman atau nyeri dada dan sesak napas. Jika Anda mengalami tanda-tanda tersebut atau melihat seseorang mengalami gejala tersebut, segera periksa ke dokter.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *