Cara Mengatasi Rasa Penyesalan dalam Diri, Apa Saja?

Ilustrasi sedih. (Pexels/Anna Shvets/Suara.com/Selebgram.net)

Selebgram.net–  Menyesali pilihan dan keputusan di masa lalu tentu pernah dialami sebagian besar orang. Penyesalan ini dapat berpengaruh terhadap kehidupan seseorang di masa kini dan masa depan. Emosi negatif yang terasa menyakitkan ini bisa dialami oleh siapa saja. Jika dihantui rasa penyesalan, sebagaimana dilansir laman Klik Dokter, berikut beberapa cara mengatasinya:

Identifikasi Hal yang Membuat Kita Menyesal

Mengidentifikasi hal-hal yang membuat kita merasa menyesa bisa menjadi salah satu cara menghilangkan rasa penyesalan.

“Kita sadari bahwa hal tersebut sudah terjadi, sehingga tidak bisa kita ubah kondisinya. Namun, yang bisa kita ubah adalah diri kita saat ini dan untuk ke depannya,” ujar Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog dikutip Klikdokter.com

Akui Perasaan yang Dialami

Menerima perasaan atau emosi yang dirasakan juga bisa menjadi cara menghilangkan penyesalan. Bukan berarti langkah tersebut dapat mengubah keadaan menjadi lebih baik. Namun, menerima perasaan bisa membuatmu belajar, berubah, dan berkembang sehingga kamu memikirkan cara meminimalkan rasa sakit ketika mengalami hal serupa di masa depan.

Baca Juga  Cara Mengatasi Mata Lelah, Yuk Coba!

Hindari Terobsesi pada Penyesalan Masa Lalu

Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. Terus menghukum diri sendiri dengan hal-hal yang telah terjadi di masa lalu akan membahayakan kemampuanmu untuk membuat keputusan di masa kini dan masa depan.

Maafkan Diri Sendiri

Cara melupakan penyesalan bisa dilakukan dengan memaafkan diri sendiri. Memaafkan diri sendiri membuatmu bisa melepaskan amarah, kebencian, atau kekecewaan yang dirasakan terhadap diri sendiri.

Menurut Psikolog Ikhsan, dalam proses memaafkan diri terdapat emosi positif yang terjadi. Hal ini bisa membantu kita memulihkan diri, menerima kondisi yang terjadi, dan membantu mengurangi penyesalan.

Tunjukkan Kebaikan pada Diri Sendiri

Meski pernah memiliki pilihan buruk di masa lalu, bukan berarti selamanya ditakdirkan untuk mengulangi kesalahan itu di masa kini dan masa depan. Yuk, izinkan diri sendiri mengatasi situasi serupa dengan memanfaatkan pengalaman.

Baca Juga  5 Pilihan Makanan Ini Bisa Jaga Sistem Kekebalan Tubuh

Beri Waktu untuk Sembuh

Merenungkan penyesalan yang terjadi di masa lalu hanya akan memunculkan pikiran dan perasaan negatif. Kamu perlu memberi waktu untuk diri sendiri agar bisa pulih dari penyesalan tersebut. Fokuslah pada hal-hal yang membuatmu rileks, lebih sehat, dan memberi energi secara positif. Seiring berjalannya waktu, emosi negatif pun akan mereda.

Alihkan Perhatian

Fokuskan pikiran dan energi pada hal yang membuatmu merasa lebih baik. Cobalah menghabiskan waktu dengan orang-orang yang membuatmu merasa nyaman dan terbuka.

Fokus pada Rasa Syukur

Cara menghilangkan rasa menyesal juga bisa dilakukan dengan melihat suatu masalah dari sudut pandang lain.

“Misalnya dengan membuat jurnal rasa bersyukur. Kita tuliskan hal-hal baik apa yang terjadi pada kondisi tersebut. Tujuannya supaya bisa membentuk emosi yang positif,” kata Psikolog Ikhsan.

Baca Juga  Hindari 6 Jenis Makanan Ini Agar Usus Sehat

Meluangkan waktu dan energi untuk memikirkan hal-hal yang positif, bisa membuat perubahan dalam hidup. Kamu pun akan merasa lebih tenang, bebas, dan lebih bahagia.

Pertimbangkan Konseling

Jika terjebak dalam siklus menyalahkan diri sendiri dan pikiran negatif terus-menerus, mungkin perlu bantuan dari tenaga profesional. Dengan begitu, kamu bisa menghentikan pola perilaku yang berbahaya dan mengatasinya dengan tepat.

Ambil Tindakan

Memanfaatkan pengalaman masa lalu bisa membantumu mengatasi penyesalan. Ingatkan diri sendiri bahwa saat ini kamu telah memiliki pengetahuan untuk membuat pilihan yang lebih baik.

Ubah Pola Pikir

Membingkai ulang segala sesuatu yang terjadi di masa lalu bisa membantu mengubah pola pikir terhadap sebuah situasi. Hal ini bisa membantu mengubah perspektif, menunjukkan kasih sayang untuk diri sendiri, dan memvalidasi emosi yang dirasakan.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *