Kekurangan Zat Besi Bisa Tingkatkan Resiko Depresi

resiko depresi
Ilustrasi. (Kompashealth/Selebgram.net)

Selebgram.net – Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia akibat kehilangan darah yang berlebihan. Bahkan sebuah studi mengungkap anemia defisiensi besi dapat meningkatkan peluang seseorang untuk mengalami resiko depresi.

Akibat kekurangan zat besi, jumlah serotonin dalam tubuh bisa mencapai titik rendah. Serotonin sendiri merupakan neurotransmitter penting dan penstabil suasana hati.

Gangguan kognitif, kesedihan, dispnea, hilangnya hipotensi postural, kelemahan otot, serta kelelahan mental dan fisik adalah beberapa indikasi dan gejala kekurangan vitamin B12 yang paling khas.

Namun, sulit untuk menginterpretasikan gejala secara akurat karena defisiensi vitamin B12 dapat berkembang bahkan ketika kadar darah berada di atas ambang batas klinis untuk defisiensi.

Dengan bertambahnya usia, kehamilan, penyakit kronis, dan penggunaan obat-obatan tertentu, kebutuhan harian akan vitamin B12 meningkat. Oleh karena itu, konsumsi harian 4-20 gram dianjurkan untuk mencegah kekurangan vitamin B12.

Baca Juga  5 Rekomendasi Film Horor Sadis, Berani Nonton?

Vikas Chawla selaku Pakar Ayurveda, Vedas Cure mengatakan zat besi diperlukan untuk fungsi otak yang dapat memengaruhi perilaku psikologis.

Artinya, ketika individu memiliki kadar zat besi yang rendah itu bisa meningkatkan risiko mengembangkan sejumlah kondisi kesehatan mental, termasuk kecemasan dan resiko depresi.

“Kecemasan adalah salah satu gejala anemia,” ujar Vikas Chawla seperti dilansir dari laman Times Of India, Selasa 27 Desember 2022.

“Anemia menempatkan tubuh di bawah banyak tekanan, dan sebagai akibatnya otak sering menerima sinyal untuk menjadi lebih cemas dan kabur,” sambungnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *