Tak Hanya Meta, Kini Disney Akan PHK Para Karyawannya

DIsney PHK
Disney World. (Money.com/Selebgram.net)

Selebgram.net – Usai Meta melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kali ini rencana PHK bakal dilakukan perusahaan Walt Disney dengan menghentikan rekrutmen pegawai.

Langkah itu tertuang dalam memo yang beredar, lantaran perusahaan akan membidik keuntungan dari layanan Disney+ di tengah ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu, Chief Executive Disney Bob Chapek menyebut bahwa keputusan ini untuk memperbaiki kinerja keuangan.

“Kondisi ekonomi makro tentu tak bisa kita kendalikan. Untuk mencapai target kita harus bisa mengelola banyak hal termasuk biaya,” ucap Chapek dalam memonya tersebut, dikutip dari Lambe Turah, Senin, 14 November 2022.

Menurutnya, perusahaan hiburan telah mencatat kerugian yang besar dan harga saham juga turun lebih dari 13%.

Baca Juga  Ariel NOAH Kepergok Jalan Bareng Marchella FP

Disney dalam laporannya, terdapat 12 juta pelanggan yang terdaftar. Tapi perusahaan masih mengalami kerugian operasional sebesar US$1,5 miliar.

Disisi lain, Perusahaan juga menargetkan Disney+ akan meraup keuntungan pada 2024 mendatang. Seperti diketahui, beberapa perusahaan besar di AS melakukan PHK secara besar-besaran.

Sebelum Disney, CEO Meta perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Mark Zuckerberg mulai melakukan PHK massal pada ribuan karyawannya.

Dilansir dari Wall Street Journal (WSJ), ribuan karyawan Meta terkena PHK dengan mendapatkan informasi yang akan dimulai pada Rabu pagi, 9 November 2022 waktu setempat.

Pemutusan hubungan kerja diambil setelah pertemuan pada Selasa, 8 November 2022.

Zuckerberg mengaku sedih dan bertanggung jawab atas kesalahan langkah perusahaan. Ia menyebut memiliki optimisme yang berlebihan tentang pertumbuhan sehingga menyebabkan kelebihan staf.

Baca Juga  Gelar Mitoni, Adipati Dolken Umumkan Jenis Kelamin Anak Pertamanya

“Hari ini saya menyampaikan beberapa perubahan tersulit yang diambil dalam sejarah Meta,” tulis Mark dalam suratnya, dikutip dari CNBC, Kamis, 10 November 2022.

“Saya memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan perusahaan sebesar 13 persen, dan melepas lebih dari 11.000 karyawan bertalenta kami,” tambah dia.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *