Waspada Gejala Gangguan Ginjal Akut Misterius Anak di Indonesia

Ginjal Akut
Waspada Ginjal Akut Pada Anak. (tirto/Selebgram.net)

Selebgram.net – Gangguan gagal ginjal akut misterius pada anak tengah merebak di Indonesia. Untuk itu, sebagai orangtua wajib mengetahui gejala dari ganguan ginjal akut misterius ini.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan jika terdapat lonjakan kasus penyakit ini selama dua bulan belakangan.

IDAI menemukan kasus gagal ginjal akut yang menyerang 131 anak di Indonesia. Hingga saat ini, pihak IDAI masig melalukak proses investigasi.

“Sampai saat ini, kita masih dalam proses investigasi, mencari tahu apa yang jadi penyebab dari gangguan [ginjal akut] ini, yang kasusnya melonjak pesat di dua bulan terakhir,” ujar dokter spesialis anak konsultan Henny Adriani, disiarkan dalam kanal YouTube IDAI, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat, 14 Oktober 2022.

Baca Juga  4 Shio Ini Bakal Tajir di Tahun Kelinci Air

Penyakit ini merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara tiba-tiba. Secara medis, penyakit ini dikenal dengan istilah gangguan ginjal akut progresif atipikal.

IDAI juga mengatakan kasus ini bukan akibat konsumsi obat tertentu. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, IDAI belum mencapai kesimpulan penyebab ganguan ginjal misterius di sejumlah wilayah di Indonesia.

Gejala gangguan ginjal misterius

Pada dasarnya, gejala penyakit ginjal misterius ini sama dengan penyakit ginjal pada umumnya. Salah satu gejala yang jelas dapat dilihat dari produksi urine atau intensitas anak buang air kecil.

Selain gejala diatas, gejala lain juga perlu diwaspadai seperti:

– demam,

– diare,

– muntah,

– gejala saluran napas seperti batuk pilek.

Baca Juga  Kenali 5 Tanda Anda Wajib Turunkan Berat Badan

Beberapa gejala di atas umum ditemukan dalam kasus penyakit ginjal akut pada anak yang marak belakangan.

Setelah itu, pasien tidak memproduksi urine atau hanya sedikit urine dalam 3 sampai 5 hari. Eka mengatakan, umumnya gangguan ginjal terjadi disebabkan kehilangan cairan berlebihan.

Dalam kondisi tersebut, biasanya pertolongan pertama dilakukan dengan pemberian cairan secepatnya. Namun kondisi itu berbeda pada gangguan ginjal akut misterius.(*)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *